Bukan Sir Alex Ferguson, Inilah Pelatih yang Paling Lama Melatih Tim Inggris

Banyak yang menganggap bahwa saat ini sepak bola adalah tentang uang, dan kesetiaan terhadap tim seakan langsung luntur seketika jika tawaran dalam jumlah yang tinggi sudah menghampiri. Oleh sebab itu, di era sepak bola modern sangat jarang ditemui ada suatu pemain atau pun pelatih yang bertahan cukup lama membela satu tim.

Sir Alex Ferguson Dianggap Pelatih Terlama yang Melatih Tim Asal Inggris

Sampai saat ini Sir Alex Ferguson dianggap sebagai pelatih terlama yang menangani tim asal Inggris. Karena pria yang kini berusia 77 tahun itu sudah melatih Manchester United dari tahun 1986 hingga memutuskan pensiun pada tahun 2013 yang lalu atau total selama 27 tahun.

Ferguson sendiri dianggap sebagai pelatih tersukses di dunia, karena selama menangani Manchester United dia total telah mempersembahkan lebih dari 20 gelar bergengsi untuk The Red Devils, termasuk 13 gelar juara Liga Premier Inggris. Tidak hanya itu, dia juga pernah mengantarkan Manchester United meraih treble winner yakni pada musim 1998/99. Di tangan Ferguson, Manchester United berhasil melahirkan banyak pemain bertalenta, seperti halnya David Beckham, Ryan Giggs, hingga Crsitiano Ronaldo.

Ferguson Kalah dari Roly Howard

Meskipun banyak yang menganggap bahwa Ferguson adalah pelatih terlama yang menangani tim asal Inggris, namun jika diperinci lebih detail maka pelatih asal Skotlandia itu masih kalah dari Roly Howard. Karena pria asal Inggris itu tercatat telah menangani klub yang berkompetisi di Northern Premier League Inggris, Marine FC, selama kurang lebih 33 tahun. Ia pertama kali melatih Marine FC pada 12 Agustus 1972 yang lalu hingga kemudian dia memutuskan pensiun pada penghujung musim 2004/05. Sampai saat ini Roly masih tercatat di museum dunia Guinness World Records sebagai pelatih terlama yang menangani satu tim.

Roly Persembahkan 17 Gelar Juara untuk Marine FC

Selama menangani Marine FC, Roly berhasil mencatat 1.975 pertandingan di semua kompetisi dengan mempersembahkan 5 gelar juara Liga dan 12 gelar Piala Liga. Tentu saja prestasi itu tidak akan mudah dilupakan begitu saja oleh Marine FC atau pun para penggemarnya.

Mau dapat banyak keuntungan dari permainan casino, sbobet, atau poker online lainnya? Langsung saja kunjungi Jinsonghanmei.net dan buktikan sendiri. Untuk kamu yang haus akan informasi sepak bola, prediksi bola, dan tips & trik seputar dunia poker online, selalu update informasinya hanya di Tanimoto-Auto.com.

Termasuk Liverpool, Ini 3 Drama Adu Penalti Terpanjang dalam Sejarah

Sepak bola bisa dibilang menjadi pertandingan olahraga yang paling menarik untuk diikuti. Terlebih jika dua tim yang bertanding memiliki kekuatan yang berimbang, laga pun dipastikan akan berjalan seru dan menarik. Saking serunya terkadang pemenang pada pertandingan tersebut harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Ya, adu tendangan penalti sendiri baru akan dilangsungkan ketika kedua tim bermain dengan skor imbang hingga 90 menit waktu normal ditambah 30 menit extra time. Adu tendangan penalti juga bisa dilangsungkan jika dalam pertandingan dua leg kedua tim memiliki skor imbang secara agregat. Pada umumnya adu tendangan penalti hanya akan dilangsungkan dalam lima kesempatan, namun juga tidak menutup kemungkinan adu tendangan penalti akan terus dilangsungkan jika skor masih berimbang. Berdasarkan catatan setidaknya ada 3 adu tendangan penalti terpanjang dalam sejarah dan bahkan semua pemain turut serta menjadi algojo. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

Liverpool vs Middlesbrough (14-13)

Penalti terpanjang pertama terjadi pada laga babak ketiga Piala Liga Inggris (sekarang Carabao Cup) 2014/15 yang mempertemukan antara Liverpool melawan Middlesbrough. Pada pertandingan itu kedua tim hanya mampu bermain imbang 1-1 di waktu normal 90 menit, dan di babak extra time kedua tim sama-sama mampu mencetak 1 gol dan membuat laga berakhir dengan skor imbang 2-2. Pemenang pada pertandingan itu pun harus ditentukan melalui adu tendangan penalti, di mana pada lima kesempatan pertama Raheem Sterling (Liverpool) dan Patrich Bamford (Middlesbrough) sama-sama gagal menjaringkan bola. Adu tendangan penalti pun dilanjutkan hingga semua pemain akhirnya menjadi algojo, dan adu tendangan penalti baru berakhir ketika algojo ke-15 Middlesbrough, Adam Reach gagal menjaringkan bola. Adu tendangan penalti pun berakhir dengan skor 14-13 untuk kemenangan Liverpool.

Brockenhurst vs Andover (15-14)

Sampai saat ini rekor penalti terpanjang di tanah Inggris masih dipegang oleh laga di Hampshire Senior Cup 2013 yang mempertemukan antara Brockenhurst vs Andover. Pada pertandingan itu drama adu tendangan penalti baru berhenti saat algojo ke-30 Andover, Caldio Herbet gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna. Brockenhurst pun memenangkan adu penalti dengan skor 15-14.

KK Palace vs Civics (17-16)

Sementara rekor tendangan penalti terpanjang dalam sejarah terjadi pada Namibian Cup Finals 2005 yang mempertemukan antara KK Palace melawan Civics. Kala itu hasil pertandingan harus ditentukan melalui drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga 2 kali extra time berakhir. Babak adu penalti sendiri berlangsung hingga penendang ke-48, sebelum akhirnya KK Palace berhasil menang dengan skor 17-16.

Bagi kamu yang ingin bermain poker online, langsung saja klik 988Sport.net dan dapatkan kesempatan menang yang lebih besar. Ingat! Kesempatan tidak akan datang dua kali.

Liga Champions Telah Usai, Ini 4 Kandidat Peraih Ballon d’Or 2019

Liga Champions 2018/19 telah usai dengan melahirkan Liverpool sebagai juaranya. Dengan demikian, sudah berakhir semua rangkaian kompetisi musim 2018/19, baik kompetisi level Eropa atau pun kompetisi domestik. Berakhirnya semua kompetisi di Eropa kembali memunculkan nama-nama yang dianggap layak untuk meraih penghargaan Ballon d’Or 2019, di mana penghargaan itu sendiri diberikan kepada pemain yang berprestasi baik di level klub atau pun tim nasional.

Bicara soal Ballon d’Or, siapa favorit kamu di tahun ini? Kalau belum memiliki pemain favorit, simak 4 kandidat peraih Ballon d’Or 2019 yang berikut ini. Oh ya, kalau kamu mau prediksi sepak bola yang akurat dan ingin bermain Joker123, langsung saja kunjungi Genericcialisordercialisumyv.com. Ingat kesempatan tidak akan datang dua kali.

Lionel Messi

Musim ini Lionel Messi berhasil mencatatkan dirinya sebagai top skor La Liga dan juga Liga Champions, masing-masing dengan koleksi 36 dan 12 gol. Selain itu, Messi juga berhasil mengantarkan Barcelona meraih gelar juara La Liga.  Sehingga sangat layak jika Messi kembali diunggulkan untuk meraih Ballon d’Or 2019.

Virgil van Dijk

Bek Liverpool, Virgil van Dijk juga berhasil menunjukkan performa yang mengesankan di musim ini. Berkat penampilan apiknya, Liverpool memiliki lini pertahanan yang sangat kokoh dan menjadi tim dengan pertahanan terbaik di Liga Premier Inggris musim 2018/19. Selain itu, Van Dijk juga berhasil mengantarkan Liverpool meraih gelar juara Liga Champions Eropa. Sementara di level individu, pemain asal Belanda itu berhasil meraih beberapa penghargaan seperti Premier League Player of the Season 2018/19, PFA Players’ Player of the Year 2018/19, dan UEFA Champions League Squad of the Season 2018/19.

Kylian Mbappe

Di usia yang masih menginjak angka 20 tahun Kylian Mbappe sudah mampu menunjukkan kualitasnya. Sejauh musim ini pemain PSG itu mampu mencetak 39 gol dan menyumbang 17 assists dari 43 laga yang dia jalani. Selain itu, Mbappe juga berstatus sebagai pemain muda terbaik Ligue 1 atau UNFP Ligue 1 Young Player of the Year.

Sergio Aguero

Striker Manchester City, Sergio Aguero juga dianggap layak memenangkan Ballon d’Or 2019. Bersama Manchester City, pemain asal Argentina itu mampu meraih tiga gelar juara domestik, yakni Liga Premier Inggris, Piala FA, dan Piala Liga. Tidak hanya itu, dia juga berhasil mencetak 32 gol dan menyumbang 10 assists dari 46 laga yang dia jalani bersama The Citizens.

3 Momen Bersejarah yang Terjadi di Hari Lahir Pancasila

Pada 1 Juni kali ini semua warga Indonesia tengah merayakan hari lahirnya Pancasila. Pemilihan tanggal 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila karena memang pada tanggal ini lah muncul sebuah pidato berisi lima dasar negara yang pertama kali dikemukakan oleh presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Selain diperingati sebagai hari lahir Pancasila, pada tanggal 1 Juni juga terdapat banyak momen bersejarah di dunia sepak bola Indonesia. Untuk lebih jelasnya simak yang berikut ini.

Klub Pertama Sumatera

Sepak bola pertama kali diperkenalkan oleh para orang Belanda yang kala itu sedang menjajah Bumi Pertiwi. Berdasarkan catatan sejarah yang berjudul ‘Duct East Indies, Football History’ yang dilansir dari laman The Rec Sport Soccer Statistic Foundation (RSSSF), ada sebuah klub sepak bola pertama yang lahir di Sumatera bernama Oostkust Sport Club Sumatera (OSCS). Berdasarkan catatan tersebut, klub yang berdomisili di kota Medan itu lahir pada 1 Juni 1899 yang lalu.

Timnas Indonesia Rebut Perunggu

Pada 1 Juni 1958 Timnas Indonesia mencatatkan prestasi yang membanggakan dengan merebut medali perunggu di Asian Games 19589 Tokyo, Jepang. Tergabung di Grup B bersama dengan Myanmar dan India, Timnas Indonesia memenangi semua laga babak penyisihan grup masing-masing dengan skor 2-1 dan 4-2. Hasil itu membuat Indonesia lolos ke babak perempat final, dan harus bertemu dengan Filipina. Timnas Indonesia berhasil melanjutkan penampilan apiknya dan menang dengan skor 5-2. Namun sayangnya di babak semi-final mereka harus mengakui kekuatan Taiwan, dan gagal lolos ke babak final. Di perebutan tempat ketiga Timnas Indonesia kembali bertemu dengan India, dan kali ini mereka menang dengan skor 4-1.

Rusuh Bandung Raya vs Persija Jakarta

Kemudian peristiwa bersejarah lainnya adalah terjadinya kerusuhan pada pertandingan Bandung Raya melawan Persija Jakarta di Stadion Siliwangi, Bandung pada 1 Juni 1995 yang lalu. Kerusuhan itu terjadi karena wasit yang memimpin jalannya pertandingan memberikan hukuman tendangan tak langsung di dalam kotak penalti setelah kiper Persija menangkap bola backpass. Terkait hukuman tersebut, kubu Persija melakukan protes dan para penonton tak mampu menahan amarahnya dengan melemparkan benda apa pun di luar stadion. Meskipun sempat diwarnai kericuhan, namun pertandingan tetap berjalan dan laga dimenangkan oleh Bandung Raya dengan skor 3-1. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai berita sepak bola dan bermain Joker123, langsung saja klik Genericcialisordercialisumyv.com.

Super Komputer Ramalkan Liverpool Juara Liga Champions Eropa 2018/19

Tidak terasa Liga Champions Eropa musim 2018/19 sudah mulai memasuki fase akhir, di mana partai final akan mempertemukan sesama wakil Inggris, yakni Tottenham Hotspur melawan Liverpool. Menurut rencana laga final kali ini akan dilangsungkan di markas Atletico Madrid, Stadion Wanda Metropolitano, Spanyol pada Minggu (02/06) dini hari WIB. Perjalanan kedua finalis untuk bisa sampai ke partai puncak bisa dibilang tidak mudah, di mana mereka harus menjalani pertandingan yang penuh dengan drama dan menguras emosi.

Tottenham Hotspur

Dimulai dari Tottenham Hotspur, di mana tim besutan Mauricio Pochettino itu harus menjalani laga penuh drama sejak babak 8 besar. Setelah menang dengan skor 1-0 di laga leg pertama babak 8 besar melawan Manchester City, Tottenham Hotspur harus menjalani laga yang sangat ketat di leg kedua. Pada pertandingan itu Manchester City yang sudah unggul dengan skor 4-3 sebenarnya hanya membutuhkan satu gol tambahan untuk memastikan tempat di partai final. Tim besutan Pep Guardiola itu pun berhasil mencetak gol melalui tendangan keras Raheem Sterling di masa injury time babak yang kedua. Akan tetapi kemudian wasit menganulir gol tersebut karena Sergio Aguero sudah berada dalam posisi offside. Dengan keputusan tersebut, Tottenham Hotspur berhak lolos ke babak final karena menang agresifitas gol tandang.

Kemudian drama kembali menyertai perjalanan Tottenham Hotspur di babak semi-final melawan Ajax Amsterdam. Di laga leg pertama mereka harus menyerah dengan skor 0-1 dari Ajax Amsterdam, dan membuat langkah mereka untuk lolos ke babak final semakin berat. Pada laga leg kedua mereka bahkan sempat tertinggal dengan skor 2-0, sebelum kemudian bangkit dan mencetak 3 gol. Menariknya lagi, gol ketiga Tottenham Hotspur yang dicetak Lucas Moura terjadi di masa injury time babak yang kedua. Tottenham Hotspur pun berhasil melangkah ke partai puncak, lagi-lagi dengan keunggulan agresifitas gol tandang.

Liverpool

Sementara Liverpool harus memainkan drama di babak semi-final Liga Champions Eropa. Melawan Barcelona, Liverpool dibuat tidak berdaya di laga leg pertama dan harus kalah dengan skor telak 3-0. Kekalahan itu seakan membuat peluang Liverpool semakin menipis untuk bisa melaju ke babak final, mengingat mereka harus menang dengan skor 4-0 di leg kedua. Meskipun tidak diunggulkan, namun Liverpool berhasil bangkit dari ketertinggalan dan menang 4-0 di laga leg kedua yang dilangsungkan di Anfield. Liverpool pun lolos ke babak final dengan keunggulan agregat 4-3 dari Barcelona.

Super Komputer Ramalkan Liverpool Menangkan Laga Final liga Champions

Jelang laga final, super komputer FiveThirtyEight meramalkan bahwa Liverpool akan memenangkan laga final melawan Tottenham Hotspur. Alat ini mengatakan bahwa Liverpool memiliki peluang menang sebesar 72 persen, dibanding 28 persen peluang kemenangan milik Tottenham Hotspur. Meskipun demikian, ramalan super komputer tidak bisa dijadikan sebagai acuan siapa klub yang bakal memenangkan Liga Champions musim ini. Karena dalam sepak bola semua hal bisa terjadi. Untuk kamu yang ingin tahu ramalan akurat mengenai hasil pertandingan sepak bola dan juga ingin bermain Joker123, langsung saja kunjungi Genericcialisordercialisumyv.com.

Prediksi Final Liga Champions, Tottenham Hotspur vs Liverpool

Saat ini kompetisi antar klub kasta tertinggi di Eropa, Liga Champions sudah mulai memasuki babak final. Pada partai puncak yang akan dilangsungkan di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol itu akan mempertemukan dua wakil Inggris, yakni Tottenham Hotspur melawan Liverpool. Layaknya laga final lainnya, pertandingan ini pun dipastikan bakal berlangsung seru dan menguras emosi.

Tottenham Hotspur

Perjalanan Tottenham Hotspur di Liga Champions musim ini bisa dibilang cukup heroik, terutama mulai babak 8 besar. Ya, di babak 8 besar mereka harus bertemu dengan Manchester City, klub yang memiliki serangan paling mematikan di Eropa. Meskipun tidak diunggulkan, namun Tottenham Hotspur mampu mengalahkan Manchester City dengan skor 1-0 di leg pertama. Di laga leg kedua ini lah momen dramatis terjadi, Manchester City yang kala itu menang dengan 4-3 membutuhkan 1 gol tambahan untuk memastikan tiket ke babak semi-final. Mereka pun berhasil mencetak gol di masa injury time babak yang kedua, namun sayangnya wasit menganulir gol tersebut setelah salah satu pemain Manchester City terlihat sudah terjebak pada posisi off side melalui tayangan ulang VAR. The Lilywhite pun berhak melaju ke babak semi-final.

Di babak semi-final, Totttenham Hotspur harus bertemu dengan Ajax Amsterdam. Pada laga leg pertama mereka harus menelan kekalahan dengan skor 0-1, sebelum kemudian menang dengan skor 2-3 di laga leg kedua. Menariknya, gol kemenangan Tottenham Hotspur pada laga itu dicetak oleh Lucas Moura di penghujung pertandingan.

Pada laga nanti pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino nampaknya akan menggunakan formasi 4-3-1-2. Dia kemungkinan akan langsung memainkan Harry Kane di lini depan, kendati pemain asal Inggris itu masih belum sepenuhnya fit. Sementara pada laga nanti Tottenham Hotspur dipastikan akan kehilangan Ben Davies yang menderita cedera.

Pada laga melawan Liverpool, para pemain Tottenham Hotspur dituntut untuk bermain disiplin. Karena para pemain The Reds memiliki kecepatan, terutama Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Liverpool

Tak jauh berbeda dengan Tottenham Hotspur, perjalanan Liverpool menuju ke partai puncak juga tidak mudah, terutama di babak semi-final. Karena pada saat itu mereka harus bertemu dengan Barcelona, tim yang sudah dipastikan menjadi juara La Liga. Ketakutan penggemar Liverpool akan kekuatan Barcelona terbukti di laga leg pertama di mana kala itu mereka harus kalah dengan skor telak 3-0.

Untuk bisa lolos ke partai puncak, Liverpool harus menang dengan skor 4-0 di laga leg kedua yang berlangsung di Anfield. Tentu saja hal itu sulit untuk dilakukan, mengingat lawan mereka adalah Barcelona. Akan tetapi keraguan banyak pihak dijawab Liverpool dengan penampilan sempurna di laga leg kedua, dan mereka pun mampu mengalahkan Barcelona dengan skor 4-0.

Pada pertandingan ini Liverpool diprediksi akan mampu mengalahkan Tottenham Hotspur dan meraih gelar juara Liga Champions yang ke-6 di sepanjang sejarah klub. Prediksi itu berdasarkan statistik kedua tim di Liga Premier Inggris dan juga head to head keduanya, di mana Liverpool mampu mengalahkan Tottenham Hotspur sebanyak 3 kali dari lima pertemuan terakhir kedua tim.

Pada laga kali ini pelatih Liverpool, Jurgen Klopp kemungkinan akan kembali menggunakan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan kemampuan Mane, Salah, dan Firmino di lini depan. Liverpool pun bisa memainkan semua pemain terbaiknya, minus Naby Keita yang masih menderita cedera. Akan tetapi ketidakhadiran Keita bisa ditutup oleh Fabinho atau pun Wijnaldum.

Head to Head Tottenham Hotspur vs Liverpool

01/04/2019 Liverpool 2-1 Tottenham Hotspur

16/09/2018 Tottenham Hotspur 1-2 Liverpool

05/02/2018 Liverpool 2-2 Tottenham Hotspur

23/10/2017 Tottenham Hotspur 4-1 Liverpool

12/02/2017 Liverpool 2-0 Tottenham Hotspur

Lima Pertandingan Terakhir Tottenham Hotspur

13/05/2019 Tottenham Hotspur 2-2 Everton

09/05/2019 Ajax 2-3 Tottenham Hotspur

05/05/2019 Bournemouth 1-0 Tottenham Hotspur

01/05/2019 Tottenham Hotspur 0-1 Ajax

28/04/2019 Tottenham Hotspur 0-1 West Ham United

Lima Pertandingan Terakhir Liverpool

13/05/2019 Liverpool 2-0 Wolverhampton

08/05/2019 Liverpool 4-0 Barcelona

05/05/2019 Newcastle United 2-3 Liverpool

02/05/2019 Barcelona 3-0 Liverpool

27/04/2019 Liverpool 5-0 Huddersfield

Prediksi Line Up Tottenham Hotspur vs Liverpool

Tottenham Hotspur (4-3-1-2): Hugo Lloris; Danny Rose, Vertonghen, Toby Alderweireld, Kieran Trippier; Christian Eriksen, Victor Wanyama, Moussa Sissoko; Dele Alli; Lucas Moura, Harry Kane.

Liverpool (4-3-3): Alisson Becker; Alexander-Arnold, Joel Matip, Virgil van Dijk, Andrew Robertson; Jordan Henderson, Fabinho, Georginio Wijnaldum; Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane

Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Liverpool: 1-3

Bagaimana dengan prediksimu? Untuk mengetahu informasi lengkap seputar sepak bola, prediksi, dan Play1628, kamu bisa langsung berkunjung ke Genericcialisordercialisumyv.com.

Pemain Lokal Kurang Greget, Striker Asing Kuasai Hattrick Perdana di Liga 1

Saat ini kompetisi Liga 1 2019 sudah mulai memasuki pekan ke-3. Sama seperti musim-musim sebelumnya, kompetisi kasta tertinggi di Indonesia pun sudah banyak menyuguhkan pertandingan menarik dan dihujani gol. Bahkan di pekan ke-3 sudah ada pemain yang mampu mencetak tiga gol sekaligus ke gawang tim lawan. Namun seperti di musim-musim sebelumnya, catatan tiga gol atau hattrick perdana di Liga 1 selalu dikuasai oleh para pemain asing. Hal ini pun seakan semakin menegaskan bahwa memang para pemain lokal kurang garang di kompetisi dalam negeri. Berikut adalah tiga pemain yang sukses mencetak hattrick perdana dalam setiap musim kompetisi di Liga 1, tepatnya sejak tahun 2017.

Peter Odemwingie

Pemain pertama yang sukses mencetak hattrick di Liga 1 2017 adalah mantan bomber Timnas Nigeria dan Stoke City, Peter Odemwingie. Kala itu Odemwingie yang membela Madura United mampu mencetak tiga gol sekaligus ke gawang Semen Padang, masing-masing pada menit ke-18, 43, dan 63. Pertandingan yang dimenangkan oleh Madura United dengan skor 6-0 itu terjadi pada 12 Juni 2017.

David da Silva

Kemudian hattrick perdana di Liga 1 2018 juga dibuat oleh pemain asing, kali ini bomber Persebaya Surabaya asal Brasil, David da Silva. Da Silva mampu mencetak tiga gol sekaligus ketika Persebaya mampu mengalahkan tuan rumah PS TNI (sekarang TIRA-Persikabo) dengan skor telak 1-4. Kala itu tiga gol Da Silva masing-masing di cetak pada menit ke-ke-4, 30, dan juga 70.

Flavio Back

Berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, di mana kali ini yang mencetak hattrick perdana di Liga 1 2019 adalah seorang gelandang asing bukan seorang striker. Ya, dia adalah pemain asal Brasil berpaspor Kroasia yang kini tengah membela Bhayangkara FC, Flavio Beck Junior. Pemain dengan tinggi 1,79 meter itu mampu mencetak tiga gol sekaligus saat Bhayangkara FC mampu melumat Barito Putera dengan skor telak 4-2 pada pertandingan yang berlangsung 28 Mei 2019 yang lalu. Pada laga itu tiga gol Flavio masing-masing dicetak pada menit ke-ke-14, 22, dan 66. Bagi kamu yang ingin mengetahu informasi lebih lanjut mengenai sepak bola dan casino, bisa langsung kunjungi Cbet.me.

Kalah di Final Copa del Rey, Messi Minta Barcelona Jual 6 Pemain Ini

Barcelona dipastikan gagal mengawinkan gelar domestik setelah kalah di laga final Copa del Rey. Juara bertahan La Liga itu dipaksa menyerah dari Valencia dengan skor 2-1 di Stadion Benito Villamarin, Sabtu (25/05) yang lalu. Pada laga itu dua gol Valencia dicetak di babak pertama masing-masing oleh Kevin Gameiro menit ke-21 dan Rodrigo Moreno pada menit ke-33. Sementara gol tunggal Barcelona dicetak oleh Lionel Messi pada menit ke-73.

Kekalahan dari Valencia seakan melanjutkan tren buruk Barcelona di penghujung musim 2018/19. Karena beberapa hari sebelumnya Barcelona harus kalah telak melawan Liverpool di leg kedua babak semi-final Liga Champions Eropa dengan skor 4-0. Kekalahan itu pun memupus harapan mereka untuk bisa tampil di final, meskipun di leg pertama mereka sukses menang dengan skor 3-0.

Lionel Messi Minta Barcelona Jual 6 Pemain

Kegagalan itu pun membuat Messi merasa sangat kecewa. Kemudian Messi yang sudah dianggap menjadi ikon Barcelona meminta agar pihak klub menjual 6 pemainnya, yakni Ivan Rakitic, Philippe Coutinho, Sergi Roberto, Nelson Semedo, Arthur, dan Kevin-Prince Boateng. Karena keenam pemain itu dianggap tak memberikan kontribusi nyata pada Barcelona.

Kevin-Prince Boateng Pasti Akan Pergi

Sejak dipinjam dari Sassuolo pada 22 Januari 2019 yang lalu, Boateng gagal memberikan kontribusi nyata pada Barcelona. Dirinya tidak bisa menunjukkan ketajamannya sebagai seorang penyerang. Karena dipercaya tampil sejak menit pertama dalam 4 pertandingan, Boateng gagal menyumbang 1 gol pun. Akan tetapi Boateng dipastikan akan segera pergi dari Barcelona, setelah masa peminjamannya dari Sassuolo akan berakhir pada 30 Juni 2019.

Permintaan Messi Sangat Mengejutkan

Akan tetapi permintaan Messi agar pihak klub menjual Coutinho, Semedo, Rakitic, Roberto, dan Arthur cukup mengejutkan. Karena kelima pemain tersebut memberikan kontribusi yang cukup nyata dan masing-masing pemain total telah mencatat lebih dari 40 penampilan di berbagai kompetisi musim ini.

Kolaborasi Rakitic (5 gol; 10 assist) dan Arthur (2 assist) sejauh musim ini telah menghasilkan 17 gol untuk Barcelona. Sementara Coutinho yang bermain di sisi kiri berhasil mencetak 11 gol dan menyumbang 5 assists. Sedangkan untuk Roberto dan Semedo yang bermain di lini belakang juga berhasil menunjukkan penampilan yang cukup kokoh. Bagi kamu yang ingin mendapatkan lebih banyak keuntungan dalam bermain casino dan sbobet, langsung saja klik Cbet.me. Gak perlu ribet dan langsung dapatkan keuntungannya.

Prediksi Final Liga Europa, Chelsea vs Arsenal

Tidak terasa kompetisi kasta kedua antar klub Eropa, Liga Europa sudah memasuki laga final. Pada partai puncak ini akan memainkan pertandingan seru antar sesama tim Inggris, yakni Chelsea melawan Arsenal di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/05) dini hari WIB. Layaknya laga final lainnya, pertandingan ini pun dipastikan akan berlangsung seru dan menguras emosi.

Chelsea

Chelsea sempat digadang-gadang menjadi calon kuat raja Inggris pada awal musim 2018/19 yang lalu. Bahkan mereka sempat menjadi salah satu dari dua tim di Liga Premier Inggris yang tak terkalahkan bersama Liverpool. Akan tetapi kemudian penampilan Chelsea mulai mengalami penurunan dan kekalahan demi kekalahan pun menghampiri mereka.

Namun beruntung, penampilan merosot mereka tidak menular ke Liga Europa musim ini. Chelsea yang kini sedang dibesut oleh Maurizzio Sarri itu pun dipastikan bakal tampil di partai puncak. Dalam perjalanannya ke final, Chelsea sempat menyingkirkan beberapa tim besar seperti Dynamo Kyiv di babak 16 besar dan kemudian Eintracht Frankfurt di babak semif-final.

Laga melawan Eintracht Frankfurt sebenarnya juga bukan pertandingan yang mudah bagi Chelsea. Karena mereka pun harus melalui babak adu penalti sebelum berhasil menyingkirkan wakil Jerman tersebut. Setelah di leg pertama bermain imbang 1-1, Chelsea juga kembali gagal mengalahkan Eintracht Frankfurt di laga leg kedua dan harus puas mengakhiri laga di Stamford Bridge juga dengan skor 1-1. Akhirnya pertandingan pun dilanjutkan ke babak adu penalti dan Chelsea menang dengan skor 4-3.

Oleh sebab itu, Chelsea bisa dibilang sudah sangat siap menghadapi laga final kali ini. Karena mentalitas juara mereka pun sudah diuji di laga semi-final. Selain itu, Chelsea juga memiliki rekor menakjubkan dengan tak terkalahkan di 17 pertandingan terakhir mereka di Liga Europa.

Pada laga nanti Chelsea kemungkinan akan menggunakan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan Gonzalo Higuain di lini depan, dan akan dibantu oleh Willian dan Eden Hazard. Untuk lini tengah ada nama Jorginho.

Arsenal

Kemudian di sisi Arsenal, yang di mana penampilan mereka memang fluktuatif sejak awal musim 2018/19. Oleh sebab itu, Arsenal tidak bisa bersaing menuju ke tangga juara Liga Premier Inggris.

Kini Arsenal akan merajut asa untuk meraih satu-satunya gelar yang masih memungkinkan mereka raih di musim ini. Ya, mereka dipastikan akan bermain ngotot di pertandingan ini demi meraih gelar juara Liga Europa.

Dalam perjalanannya menuju ke parti final, Arsenal juga berhasil menyingkirkan beberapa tim ternama di babak gugur seperti halnya Rennes di babak 16 besar, Napoli di babak 8 besar, dan Valencia di babak semi-final. Melawan Valencia, Arsenal berhasil mengejutkan publik dengan penampilannya yang mengesankan dan mampu menang dengan skor 3-1 di laga leg pertama. Kemenangan dengan selisih dua gol cukup menguntungkan mereka di leg kedua, Arsenal pun kembali menunjukkan penampilan terbaiknya dan berhasil mengalahkan tuan rumah Valencia dengan skor 2-4. Arsenal pun berhak ke final dengan kemenangan agregat 3-7.

Pada laga final kali ini Unai Emery dipastikan akan menggunakan pengalamannya untuk memberikan strategi terbaik pada Arsenal. Karena memang saat masih menangani Sevilla, Emery mampu mempersembahkan 3 gelar juara Liga Europa secara beruntun.

Pada pertandingan kali ini Emery kemungkinan akan menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan mengandalkan keganasan Pierre-Emerick Aubameyang di depan gawang. Sementara di lini tengah ada nama Mesut Ozil. Jelang laga ini Arsenal juga mencatat statistik apik, di mana mereka mampu memenangkan 5 pertandingan terakhir mereka di Liga Europa. Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi terbaru soal sepak bola dan casino, langsung saja kunjungi Cbet.me.

Head to Head Chelsea vs Arsenal

19/01/2019 Arsenal 2-0 Chelsea

19/08/2018 Chelsea 3-2 Arsenal

02/08/2018 Arsenal 1-1 Chelsea

25/01/2018 Arsenal 2-1 Chelsea

11/01/2018 Chelsea 0-0 Arsenal

Lima Pertandingan Terakhir Chelsea

16/05/2019 New England Revolution 0-3 Chelsea

13/05/2019 Leicester City 0-0 Chelsea

10/05/2019 Chelsea 1-1 Eintracht Frankfurt

06/05/2019 Chelsea 3-0 Watford

03/05/2019 Eintracht Frankfurt 1-1 Chelsea

Lima Pertandingan Terakhir Arsenal

13/05/2019 Burnley 1-3 Arsenal

10/05/2019 Valencia 2-4 Arsenal

06/05/2019 Arsenal 1-1 Brighton

03/05/2019 Arsenal 3-1 Valencia

29/04/2019 Leicester City 3-0 Arsenal

Prediksi Line Up Chelsea vs Arsenal

Chelsea: Kepa; Alonso, David Luiz, Azpilicueta, Zappacosta, Kovacic, Jorginho, Barkley, Willian, Higuan, Hazard.

Pelatih: Maurizio Sarri.

Arsenal: Leno; Monreal, Mavropanos, Mustafi, Lichsteiner, Guendouzi, Elneny, Iwobi, Ozil, Mkhitaryan, Aubameyang.

Pelatih: Unai Emery.

Prediksi Skor Chelsea vs Arsenal: 2-1

Prediksi Inter Milan vs Empoli, Tuan Rumah Butuh Tiket ke Liga Champions

Inter Milan akan menjalani laga pekan ke-38 Serie A dengan melawan Empoli di Giuseppe Meazza, Senin (27/05) dini hari WIB. Laga ini sendiri harus dimenangkan oleh Inter Milan untuk memastikan satu tempat ke Liga Champions Eropa musim depan.

Inter Milan

Saat ini Inter Milan masih berada di posisi ke-4 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 66 poin, kalah head to head dari Atalanta yang berada di posisi ketiga. Mereka pun hanya unggul 1 poin dari AC Milan yang berada di posisi ke-5.

Oleh sebab itu, kemenangan akan sangat dibutuhkan oleh Inter Milan pada laga kali ini demi memastikan tempat ke Liga Champions musim depan. Karena jika hanya mampu meraih hasil imbang atau bahkan kalah, tentu saja posisi Inter Milan bisa disalip oleh AC Milan yang pada laga pekan ke-38 hanya akan bertanding melawan SPAL.

Untuk mewujudkan ambisinya, Inter Milan kemungkinan akan menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan mengandalkan Mauro Icardi di lini depan. Akan tetapi pada laga nanti pemain Inter Milan yang bakal disorot kemungkinannya adalah Marcelo Brozovic. Karena ia memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur lini tengah, dan tak jarang keberhasilan Inter Milan dalam suatu pertandingan ditentukan oleh performa dari Brozovic. Pada laga nanti Inter Milan akan kehilangan Sime Vrsaljko karena menderita cedera. Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sepak bola dan casino, langsung saja kunjungi Levitracht.com.

Empoli

Di sisi lain kini Empoli hanya mampu menempati posisi ke-17 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 38 poin. Mereka hanya unggul 1 poin dari Genoa yang berada di posisi ke-18 atau batas akhir zona degradasi.

Oleh sebab itu, Empoli juga butuh kemenangan pada pertandingan kali ini. Karena hasil imbang atau bahkan kekalahan akan membuat mereka disalip oleh Genoa dan harus puas turun kasta ke Serie B pada musim depan. Akan tetapi mengalahkan Inter Milan juga bukan hal yang mudah, terlebih secara statistik Empoli harus menelan kekalahan dari lima pertemuan terakhir dengan I Nerazzurri.

Pada laga nanti Empoli akan menggunakan formasi 3-5-2. Pelatih Aurelio Andreazzoli memang sengaja menumpuk pemain di lini tengah untuk meredam serangan Inter Milan. Pada laga ini Empoli harus bisa mematikan pergerakan Brozovic dan mewaspadai setiap pergerakan pemain depan Inter Milan.

Head to Head Inter Milan vs Empoli

30/12/2018 Empoli 0-1 Inter Milan

13/02/2017 Inter Milan 2-0 Empoli

22/09/2016 Empoli 0-2 Inter Milan

08/05/2016 Inter Milan 2-1 Empoli

07/01/2016 Empoli 0-1 Inter Milan

Lima Pertandingan Terakhir Inter Milan

20/05/2019 Napoli 4-1 Inter Milan

14/05/2019 Inter Milan 2-0 Chievo

05/05/2019 Udinese 0-0 Inter Milan

28/04/2019 Inter Milan 1-1 Juventus

21/04/2019 Inter Milan 1-1 AS Roma

Lima Pertandingan Terakhir Empoli

19/05/2019 Empoli 4-1 Torino

13/05/2019 Sampdoria 1-2 Empoli

06/05/2019 Empoli 1-0 Fiorentina

28/04/2019 Bologna 3-1 Empoli

21/04/2019 Empoli 2-4 SPAL

Prediksi Line Up Inter Milan vs Empoli

Inter Milan: Handanovic; Asamoah, Skriniar, Miranda, Cedric Soares, Brozovic, Vecino, Perisic, Nainggolan, Politano, Icardi.

Pelatih: Luciano Spalletti.

Empoli: Dragowski; Dell’Orco, Silvestre, Veseli, Pajac, Krunic, Bennacer, Traore, Di Lorenzo, Caputo, Diego Farias.

Pelatih: Aurelio Andreazzoli.

Prediksi Skor Inter Milan vs Empoli: 2-0