Tekel Mengerikan Balotelli Jadi Kenangan di Laga Terakhir Bersama Marseille

Berbicara mengenai sepak bola memang tidak akan ada habisnya. Karena memang banyak yang bisa dikupas dari dunia si kulit bundar yang satu ini, mulai dari para pemain hebat, gol-gol berkelas, kejadian kontroversial, skandal, hingga tingkah para bad boy dalam sepak bola. Ya, dalam sepak bola juga mengenal kata bad boy, yang sering ditujukan kepada para pemain yang sering membuat ulah karena sikap indisipliner atau kontroversinya, salah satunya adalah Mario Balotelli.

Mario Ballotelli Kembali Berbuat Ulah

Sejak mengawali kariernya, Balotelli memang sering dikenal sebagai striker bad boy alias bandel. Baru-baru ini Balotelli yang membela klub Perancis, Marseille itu kembali membuat catatan buruk di sepanjang kariernya, setelah mendapat kartu merah langsung dari wasit ketika laga pekan pamungkas Ligue 1 melawan Montpellier di Stade de Velodrome, Jum’at (24/05) kemarin. Balotelli terpaksa dikartu merah karena dengan sengaja melakukan tekel dua kaki untuk menjatuhkan pemain Montpellier, Daniel Congre. Padahal Balotelli sendiri baru masuk pada menit ke-59 untuk menggantikan Dimitri Payet.

Terima 4 Kartu Merah dalam Tiga Musim Terakhir

Dilansir dari Opta, pemain asal Italia itu menerima 4 kartu merah dalam tiga musim terakhir. Hal itu menjadi yang terburuk dari seorang striker di lima kompetisi elit Eropa. Di sepanjang kariernya, Balotelli yang sudah membela 6 klub berbeda itu telah mendapat 12 kartu merah. Sementara kartu merah di laga pamungkas Ligue 1 musim 2018/19 juga merusak catatan manis Balotelli bersama Marseille.

Karena bergabung pada Januari 2019 yang lalu, Balotelli langsung nyetel dengan permainan Marseille, di mana dirinya mampu mencetak 8 gol dari 15 penampilannya. Akan tetapi kontribusinya di laga pamungkas tentu saja menrusak catatan apiknya bersama Marseille.

Sementara itu, pada laga melawan Montpellier sendiri Marseille berhasil meraih kemenangan dengan skor 1-0. Gol tunggal Marseille pada laga itu dicetak oleh Florian Thauvin pada menit ke-56. Kemenangan itu membuat Marseille berhasil mengakhiri kompetisi Ligue 1 musim ini dengan berada di posisi ke-5 klasemen dengan koleksi 61 poin. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sepak bola dan casino, langsung saja kunjungi Jingsonghamei.net.

AC Milan Bisa Lolos ke Liga Champions Eropa, Asalkan…

Pada akhir pekan ini kompetisi kasta tertinggi Italia, Serie A akan memainkan pertandingan terakhirnya atau pekan ke-38. Meskipun Juventus sudah dipastikan menjadi juara bertahan Serie A, namun laga pekan ke-38 masih layak untuk dinantikan. Karena sampai saat ini masih ada 4 tim yang akan berebut dua tiket lolos ke Liga Champions Eropa musim 2019/20.

Keempat tim itu adalah Atalanta dan Inter Milan yang berada di posisi ketiga dan keempat dengan koleksi 66 poin, kemudian ada nama AC Milan yang berada di posisi kelima dengan koleksi 65 poin, dan AS Roma yang berada di posisi ke-6 dengan koleksi 63 poin. Jarak perolehan poin yang tidak terlalu jauh membuat keempat tim tersebut masih memiliki peluang untuk lolos ke Liga Champions Eropa musim depan.

AC Milan Lolos ke Liga Champions Eropa, jika…

Serie A menggunakan perhitungan head to head untuk menentukan tim mana yang lebih baik jika keduanya memiliki poin yang sama. Dengan demikian, selisih gol tidak akan berlaku di Serie A. Jika melihat statistik, AC Milan berhasil menang head to head melawan AS Roma dan Atalanta, namun mereka kalah dari Inter Milan.

Untuk menjaga asa lolos ke Liga Champions Eropa musim depan, AC Milan harus mampu mengalahkan SPAL di laga pekan ke-38 yang akan berlangsung di Stadion Paolo Mazza, Senin (27/05) dini hari WIB. Di atas kertas AC Milan lebih diunggulkan pada pertandingan itu, karena mereka memiliki rekor tak terkalahkan melawan SPAL. Dari tiga pertemuan terakhir kedua tim, AC Milan berhasil memenangkan semua laga dan yang terakhir mereka sukses membantai SPAL dengan skor telak 4-0.

Jika Menang Lawan SPAL, AC Milan Belum Tentu Lolos

Seandainya menawang melawan SPAL, AC Milan masih belum bisa dipastikan lolos ke Liga Champions Eropa musim depan. Karena mereka masih harus melihat hasil pertandingan Atalanta dan Inter Milan di pekan ke-38. AC Milan akan lolos jika Atalanta dan Inter Milan maksimal meraih hasil imbang di laga pekan ke-38.

Akan tetapi harapan untuk Atalanta dan Inter Milan gagal meraih kemenangan di laga terakhir juga cukup sulit. Karena mereka akan sama-sama memainkan laga kandang di laga pekan pemungkas Serie A. Kalu mau informasi lengkap mengenai prediksi bola dan casino, langsung saja kunjungi Jinsonghanmei.net, dan dapatkan keuntungannya.

Daftar Pemain Lokal Termahal di Liga 1 2019, Persija Mendominasi

Liga 1 2019 kini telah dimulai dan akan segera memasuki pekan ke-3. Beberapa pemain pun kembali menjadi sorotan, terutama yang berhasil menunjukkan penampilan garang di kompetisi musim lalu. Akan tetapi berkat penampilan garang mereka di Liga 1 2018, tentu saja nilai pasar mereka di musim 2019 pun dipastikan mengalami kenaikan. Tidak hanya pemain asing, hal itu juga berlaku untuk para pemain lokal.

Uniknya, para pemain Persija Jakarta mendominasi dalam jajaran daftar pemain lokal termahal di Liga 1 2019. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

Stefano Lilipaly (Bali United)

Musim lalu Bali United berhasil mengakhiri kompetisi dengan berada di urutan teratas dan berhak tampil di Piala AFC 2019. Keberhasilan mereka tidak lepas dari para pemainnya, terutama Stefano Lilipaly. Meskipun berstatus sebagai pemain naturalisasi, namun nama Lilipaly terhitung sebagai pemain lokal termahal di Liga 1 2019. Karena menurut informasi di Transfermarkt, kini Lilipaly memiliki nilai sebesar 450 ribu euro atau setara 7,2 miliar rupiah.

Riko Simanjuntak (Persija Jakarta)

Keputusan Riko Simanjuntak untuk meninggalkan Semen Padang dan bergabung bersama Persija Jakarta pada awal musim 2018 bisa dibilang keputusan yang sangat tepat. Bersama Persija, Riko berhasil menunjukkan penampilan yang mengesankan. Karena hal itu, kini nilai Riko di pasar transfer juga mengalami kenaikan dan bahkan menjadi pemain lokal termahal kedua di Liga 1 2019. Karena kini nilainya berkisar 325 ribu euro atau sekitar 5,2 miliar rupiah.

Boaz Solossa (Persipura Jayapura)

Meskipun sudah berusia di atas 30 tahun, namun Boaz Solossa tak kunjung kehilangan ketajamannya di lini depan. Hal itu membuatnya tetap menjadi pemain andalan di lini depan Persipura Jayapura. Nilainya di pasar transfer pun tetap tinggi, yakni sebesar 300 ribu euro atau setara 4,8 miliar rupiah.

Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta)

Kemudian ada lagi pemain Persija, yakni kiper Andritany Ardhiyasa. Karena kiper langganan Timnas Indonesia itu kini ditaksir memiliki nilai sebesar 300 ribu euro atau setara 4,8 miliar rupiah.

Rizky Ripora (Barito Putera)

Yang terakhir adalah Rizky Ripora, pemain milik Barito Putera. Karena kini nilai pemain langganan Timnas Indonesia itu berada di posisi ke-5 sebagai pemain termahal di Liga 1 2019 dengan nilai 300 ribu euro atau 4,5 miliar rupiah. Sambil menunggu berita terbaru soal Liga 1, langsung saja klik Jinsonghanmei.net dan nikmati banyak keuntunagn dari casino.

Ini Dia Pemain Termahal Liga 1, Nilainya Sampai 10 Miliar Rupiah

Saat ini sepak bola sudah menjadi olahraga universal, di mana semua pemain sepak bola bisa bermain di berbagai negara di belahan dunia. Akan tetapi setiap negara pastinya memiliki aturan tersendiri soal penggunaan pemain asing, termasuk di Liga 1 2019 yang merupakan kompetisi kasta tertinggi sepak bola di Indonesia. Pada Liga 1 2019, PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi membuat aturan dengan mengizinkan setiap tim peserta maksial menggunakan 4 pemain asing dengan rincian 3 pemain asing non-Asia dan 1 pemain Asia.

Mayoritas klub peserta Liga 1 pun memaksimalkan kuota pemain asing. Hal itu dikarenakan biasanya pemain asing memiliki pengaruh yang besar bagi suatu tim. Akan tetapi juga tidak menutup kemungkinan para pemain asing gagal beradaptasi dan tampil buruk bersama klubnya di Liga 1.

Namun jika sudah diketahui kualitas dan telah terbukti sebelumnya, beberapa klub pun rela mengeluarkan uang dalam jumlah yang sangat besar untuk mendatangkannya. Nah, Bali United pun disebut sebagai klub yang paling loyal dalam mendatangkan pemain asing.

Bali United Punya Pemain Termahal di Liga 1 2019

Dari semua pemain asing yang dimiliki oleh Bali United, salah satunya adalah Brwa Nouri, pemain impor asal Irak yang memenuhi kuota pemain asing Asia. Menurut informasi dari situs Transfermarkt, pemain berusia 31 tahun itu memiliki nilai pasar sebesar 585 ribu pounds atau setara dengan 9,4 miliar rupiah.

Punya Pengalaman di Liga Europa

Bali United sendiri mendatangkan Nouri dari klub kasta tertinggi Swedia, Osterdund FK pada bursa transfer tengah musim 2018. Bersama Osterdund FK, Nouri sempat bermain di Liga Europa yang merupakan kompetisi kasta kedua antar klub Eropa sebanyak 8 kali dengan mencetak 1 gol.

Akan tetapi penampilan Nouri di Liga 1 2018 bisa dibilang kurang maksimal, karena dirinya harus absen cukup lama karena mendapat panggilan untuk membela Timnas Irak. Namun Nouri kini telah pensiun dari Timnas Irak sejak Januari 2019, dan membuatnya bisa berkonsentrasi sepenuhnya untuk membela Bali United di Liga 1 2019. Nah, bagi kamu yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai berita sepak bola terkini, prediksi terpercaya, dan casino, langsung saja kunjungi Jinsonghanmei.net.

Inter Milan Layangkan Tawaran Perdana untuk Romelu Lukaku

Saat ini para pemain Inter Milan masih harus difokuskan pada pertandingan terakhir Serie A musim 2018/19. Pada laga pekan ke-38 nanti Inter Milan akan melawan Empoli di Giuseppe Meazza, Senin (27/05) dini hari WIB. Laga itu wajib dimenangkan oleh Inter Milan jika ingin mendapat satu tiket lolos ke Liga Champions musim depan. Karena Inter Milan saat ini masih berada di posisi keempat klasemen sementara Serie A atau batas akhir zona Liga Champions dengan koleksi 66 poin. Dengan demikian berarti mereka hanya unggul 1 poin dari saudaranya, AC Milan yang berada di posisi kelima.

Inter Milan Ajukan Tawaran untuk Boyong Lukaku

Selain itu, kini fans Inter Milan juga tengah dikejutkan dengan adanya laporan yang menyebutkan bahwa klub kebanggaan mereka semakin serius untuk mendatangkan bomber Manchester United, Romelu Lukaku pada bursa transfer musim panas 2019. Untuk menunjukkan keseriusannya, kubu Inter Milan dikabarkan telah mengajukan tawaran senilai 30 juta pounds atau sekitar 548 miliar rupiah. Tidak hanya itu, Inter Milan juga akan menambahkan Ivan Perisic dalam tawaran tersebut.

Masukkan Ivan Perisic ke Dalam Penawaran

Karena seperti diketahui, Perisic sempat menjadi target incaran Manchester United pada bursa transfer musim panas 2018 yang lalu. Akan tetapi kemudian pemain asal Kroasia itu tetap memilih bertahan bersama Inter Milan. Penampilan Perisic di musim ini juga cukup lumayan, karena pemain berusia 30 tahun itu mampu mencetak 8 gol dan menyumbang 4 assists dari total 33 penampilannya di Serie A. Padahal posisinya bukan sebagai target man atau striker tengah, berbeda dengan Lukaku.

Sementara Lukaku bisa dibilang sebagai striker gagal pada musim 2018/19. Karena bomber asal Belgia itu seakan kehilangan insting untuk mencetak gol. Karena sejauh musim ini Lukaku hanya mampu mencetak 12 gol dan menyumbang 1 assists dari total 32 penampilannya di Liga Premier Inggris.

Jika melihat penampilan kedua pemain, bisa dibilang ini adalah tawaran yang cukup menguntungkan untuk Manchester United. Akan tetapi masih harus dilihat, apakah Manchester United setuju untuk melepas Lukaku. Sambil menunggu update berita mengenai transfer Lukaku, tidak ada salahnya kamu coba mengunjungi situs casino terpercaya dengan klik Jinsonghanmei.net.

Ada Klok dan Mantan Pemain Timnas Belgia, Ini Formasi Mengerikan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy baru saja mengumumkan daftar 26 pemain yang dipanggil untuk menghadapi dua laga uji coba di FIFA Matchday pada Juni mendatang. Kedua laga uji coba itu masing-masing melawan tuan rumah Jordania pada 11 Juni dan melawan Vanuatu 4 hari berselang.

Pada pemanggilan kali ini ada satu nama yang menyita perhatian, yakni gelandang milik PSM Makassar, Marc Klok. Meskipun masih berstatus sebagai warga negara Belanda, namun Klok tetap dipanggil ke Timnas Indonesia, namun hanya sekedar untuk latihan bersama.

Akan tetapi menurut informasi yang beredar, proses naturalisasi Klok masih tengah dalam tahap proses. Jika proses naturalisasinya usai, tentu saja hal ini akan menjadi suatu keuntungan besar bagi tim Garuda. Karena mereka memiliki pemain sekaliber Klok, yang piawai dalam mengatur lini tengah dan memiliki insting mencetak gol yang cukup tinggi. Selain itu, saat ini Klok juga masih berusia 26 tahun dan tentu saja kariernya di dunia sepak bola masih panjang.

Selain Klok, ada juga pemain lainnya yang tengah mengantre untuk mendapatkan pasor Indonesia. Pemain yang dimaksud adalah bek kanan milik Zulte Waregem (klub kasta tertinggi Liga Belgia), Sandy Walsh. Untuk melancarkan proses naturalisasinya, Sandy bahkan sudah bertemu langsung dengan Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria dan coach Simon. Jika Sandy benar-benar dinaturalisasi, hal ini juga semakin menguntungkan bagi Timnas Indonesia.

Karena Sandy adalah pemain yang kenyang akan pengalaman, dan bahkan dirinya pernah bermain di Liga Europa yang tak lain adalah salah satu kompetisi antar klub terbaik di Eropa. Sejak musim 2013/14 hingga 2017/18, Sandy telah mencatat 14 penampilan di Liga Europa dan menyumbang 1 assists. Ia juga pernah membela Timnas Belgia U-15 hingga U-20.

Lantas bagaimana formasi Timnas Indonesia jika Klok dan Sandy bergabung? Ini dia jawabannya, tapi jangan lupa untuk kunjungi pusat casino terpercaya di Jinsonghanmei.net, dan menangkan banyak keuntungannya.

Formasi Mengerikan Timnas Indonesia

Kiper: Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta)

Bek: Sany Walsh (Zulte Waregem/Belgia), Hansamu Yama Pranata (Persebaya Surabaya), Yanto Basna (Sukhotjai FC/Thailand), Rizki Pora (Barito Putera)

Gelandang: Evan Dimas Darmono (Barito Putera), Marc Klok (PSM Makassar), Stefano Lilipaly (Bali United)

Striker: Riko Simanjuntak (Persija Jakarta), Beto Goncalves (Madura United), Irfan Bachdim (Bali United)

Lepas Fabiano Beltrame ke Sriwijaya FC, Persib Bakal Dapat 3 Keuntungan

Persib Bandung dipastikan tidak mendaftarkan bek senior asal Brasil, Fabiano Beltrame ke operator kompetisi Liga 1 2019. Hal itu tak lepas dari sudah penuhnya slot pemain asing bagi Persib di musim kompetisi Liga 1 2019. Karena memang sebelumnya Persib mendatangkan Fabiano dengan harapan mantan bek Madura United itu telah selesai dinaturalisasi dan menjadi pemain lokal. Akan tetapi sampai saat ini proses naturalisasi Fabiano tak kunjung usai, dan hal itu membuat Persib tak mendaftarkannya ke operator kompetisi.

Sementara itu, kini juga ada kabar terbaru yang menyebutkan bahwa Fabiano akan dilepas oleh Persib ke Sriwijaya FC, yang pada musim ini akan bermain di Liga 2 atau kasta kedua, dengan status sebagai pemain pinjaman. Jika memang isu itu benar adanya, tentunya Persib akan mendapat tiga keuntungan sekaligus dari kepindahan Fabiano.

Gaji

Sudah penuhnya slot pemain asing di skuat Persib membuat jasa Fabiano tidak bisa terpakai. Akan tetapi karena sudah menandatangani kontrak, maka Persib mau tidak mau harus tetap membayar gaji Fabiano. Akan tetapi jika Fabiano hengkang ke Sriwijaya FC, maka tim Maung Bandung tidak akan lagi terbebani oleh besarnya gaji Fabiano.

Menit Bermain

Musim lalu bersama Madura United, Fabiano berhasil menunjukkan penampilan yang mengesankan di lini belakang. Akan tetapi sehebat apa pun pemain sepak bola, pasti dia akan kehilangan sentuhan jika tidak dimainkan dalam jangka waktu yang lama.

Jika Fabiano bergabung bersama Sriwijaya FC, maka bek berusia 36 tahun itu hampir dipastikan bakal menjadi pemain andalan di lini pertahanan tim Laskar Wong Kito. Bahkan dengan kemampuan dan pengalamannya, bukan suatu hal yang mustahil Fabiano akan menjadi pemain bintang di Liga 2 dengan menit bermain yang melimpah. Apabila masa peminjaman bersama Sriwijaya FC telah berakhir, tentu saja Persib akan kembali mendapatkan Fabiano dengan kondisi fisik yang cukup prima dan tak kehilangan sentuhan.

Peluang untuk Pemain Muda

Bakal dilepasnya Fabiano ke Sriwijaya FC juga memberikan peluang kepada para pemain muda untuk mengisi slot yang ditinggalkan olehnya. Memberi kesempatan bermain kepada para pemain muda tentu saja sebuah langkah yang sangat bagus untuk regenerasi tim. Saat ini Persib memiliki bek muda yang cukup berkualitas, seperti halnya Indra Mustafa yang masih berusia 19 tahun. Kalau ingin bermain Sbobet Casino online terpercaya, daftar saja di 988bet.

Statistik Pekan Perdana Liga 1 2019, Mayoritas Gol dari Pemain Impor

Pekan perdana Liga 1 2019 telah usai, yang di mana semua pertandingannya berlangsung antara tanggal 15 hingga 20 Mei 2019. Dari partai pembuka pekan perdana dan juga pembuka Liga 1 2019 yang mempertemukan PSS Sleman melawan Arema FC hingga laga penutup pekan antara Barito Putera melawan Persija Jakarta, total telah tercipta sebanyak 27 gol. Jika dirata-rata, setiap pertandingan pekan perdana Liga 1 2019 menghadirkan 3 gol.

Pemain Asing Moncer

Dari statistik yang ada, bisa diketahui bahwa para pemain asing memiliki kontribusi yang lebih baik ketimbang para pemain lokal dalam hal urusan mencetak gol. Karena tercatat bahwa 15 gol yang tercipta pada pekan perdana dicetak oleh pemain asing. Artinya 55,5 persen dari semua gol yang tercipta pada pekan perdana dicetaj oleh para legiun impor.

Sementara 12 gol sisanya dicetak oleh para pemain lokal, termasuk para pemain naturalisasi. Jika dijelaskan lebih ditail lagi, 4 dari 12 gol yang dicetak oleh non pemain asing dilakukan oleh pemain naturalisais. Dengan rincian 2 gol dicetak oleh Beto Goncalves (Madura United/Brasil), 1 gol oleh Ilija Spasojevic (Bali United/Montenegro), dan 1 gol lagi oleh Greg Nwokolo (Madura United/Nigeria).

Sedangkan 15 gol yang dicetak oleh pemain asing itu berasal dari 13 nama, di mana yang paling subur adalah Ciro Alves (Tira Persikabo/Brasil) dan Artur Gevorkyan (Persib Bandung/Turkmenistan). Keduanya pemain asing debutan di Liga 1 itu sama-sama berhasil mencetak dua gol untuk timnya masing-masing.

Daftar Pemain Asing yang Cetak Gol di Pekan Perdana

2 gol: Ciro Alves (Tira Persikabo/Brasil), Artur Gevorkyan (Persib Bandung/Turkmenistan)

1 gol: Sylvano Comvalius (Arema FC/Belanda), Paulo Sergio (Bali United/Portugal), Rafael Silva (Barito Putera/Brasil), Ramiro Fergonzi (Bhayangkara FC/Argentina), Matias Conti (Borneo FC/Argentina), Rafael Bonfim (Kalteng Putra/Brasil), Aleksandar Rakic (Madura United/Serbia), Alex Goncalves (Persela Lamongan/Brasil), Marko Simic (Persija Jakarta/Kroasia), Brian Ferreira (PSS Sleman/Argentina), Yevhen Bokhashvili (PSS Slmena/Ukraina).

Itulah statistik dari pekan perdana Liga 1 2019. Untuk mengetahui statistik lainnya dalam hal olahraga dan mendapat keuntungan besar, segera daftar Sbobet casino online di 988bet.

Prediksi Borneo FC vs Arema FC, Bermain di Tempat Netral

Borneo FC akan menjalani laga pekan ke-2 Liga 1 2019 dengan melawan tamunya, Arema FC di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai, Rabu (20/05) malam mulai pukul 20:30 WIB. Laga ini pun dipastikan bakal berlangsung seru dan menarik, karena kedua tim sama-sama belum meraih kemenangan di Liga 1 2019. Agar lebih seru lagi, segera daftarkan dirimu untuk bermain Sbobet disini, Winenlose.

Borneo FC

Di laga pekan perdana Borneo FC hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC. Hasil itu pun terasa sangat menyakitkan, karena mereka harus kemasukan gol di penghujung pertandingan, tepatnya pada menit ke-90+2 oleh bomber Bhayangkara FC asal Argentina, Ramiro Fergonzi.

Hal itu pun membutikan bahwa para pemain Borneo FC masih belum bisa berkonsentrasi penuh hingga pertandingan berakhir. Padahal konsentrasi adalah suatu hal kunci dalam sepak bola.

Pada pertandingan ini pelatih Borneo FC, Mario Gomez, nampaknya akan kembali menggunakan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan Mathias Conti, Sultan Samma, dan Terens Puhiri di lini depan. Conti sendiri diprediksi akan kembali menjadi sorotan pada pertandingan kali ini, terlebih dia berhasil mencetak gol di pertandingan perdana melawan Bhayangkara FC.

Sementara itu berbicara soal head to head, Borneo FC lebih unggul dari Arema FC. Karena mereka berhasil meraih 3 kali kemenangan dari 5 pertemuan terakhir. Akan tetapi hasil head to head tidak akan menjamin hasil dari pertandingan nanti.

Arema FC

Di kubu Arema, mereka justru mengalami nasib yang lebih mengenaskan. Karena di pertandingan perdana mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah PSS Sleman dengan skor 3-1. Kekalahan itu pun semakin memalukan setelah pertandingan harus ternoda oleh kerusuhan suporter di tribun.

Pada pertandingan perdana para pemain Arema sebenarnya sudah menunjukkan penampilan yang mengesankan. Namun sama dengan Borneo FC, para pemain Arema FC kehilangan konsentrasi setelah pertandingan sempat dihentikan karena kericuhan.

Sementara itu, pada pertandingan nanti pelatih Milomir Seslija nampaknya akan mengusung formasi 4-3-3 untuk memaksakan kemenangan. Dia kemungkinan besar akan kembali memasang Sylvano Comvalius di lini depan.

Akan tetapi sangat disayangkan, pada pertandingan nanti Arema dipastikan kehilangan Alfin Tuasalamaony dan Dendi Santoso karena menderita cedera.

Head to Head Borneo FC vs Arema FC

12/08/2018 Arema FC 2-2 Borneo FC

10/04/2018 Borneo FC 2-1 Arema FC

26/02/2018 Arema FC 1-2 Borneo FC

12/01/2017 Borneo FC 3-2 Arema FC

31/07/2017 Arema FC 0-0 Borneo FC

Lima Pertandingan Terakhir Borneo FC

16/05/2019 Borneo FC 1-1 Bhayangkara FC

04/05/2019 Persib Bandung 3-2 Borneo Fc

24/04/2019 Borneo FC 2-1 Persib Bandung

15/03/2019 Madura United 1-0 Borneo FC

09/03/2019 Borneo FC0-2 PSS Sleman

Lima Pertandingan Terakhir Arema FC

16/05/2019 PSS Sleman 3-1 Arema FC

13/04/2019 Arema FC 2-0 Persebaya Surabaya

09/04/2019 Persebaya Surabaya 2-2 Arema FC

06/04/2019 Kalteng Putra 0-3 Arema FC

03/04/2019 Arema FC 3-0 Kalteng Putra

Prediksi Line Up Borneo FC vs Arema FC

Borneo FC: Nadeo Argawinata; Abdul Rahman, Javlon Guseynov, Jan Lammers, Diego Michiels; Ambrizal Umanailo, Asri Akbar, Finky Pasamba, Terens Puhiri, Matias Conti, Sultan Samma

Pelatih: Mario Gomez.

Arema FC: Kurniawan Kartika Aji; Johan Alfarizi, Hamka Hamzah, Arthur Cunha, Ricky Ohorella, Makan Konate, Hendro Siswanto, Jayus Hariono, Rivaldi Bawuo, Sylvano Comvalius, Dedik Setiawan.

Pelatih: Milomir Seslija.

Prediksi Skor Borneo FC vs Arema FC: 1 – 2

Dakwah Tak Lazim Ala Mo Salah dan Sadio Mane yang Bendung Islamophobia

Dalam beberapa tahun terakhir isu mengenai agama memang menjadi bahan perbincangan yang sangat sensitif. Bahkan sempat ada Islamophobia yang menjangkiti warga Inggris dan Eropa, menyusul banyaknya aksi terorisme. Banyak pihak yang menyalahkan para penganut agama Islam atas banyaknya kejadian terorisme di muka bumi. Hal itu terjadi karena banyak pelaku terorisme mengatasnamakan agama Islam dalam setiap askinya. Padahal dalam ajaran agam Islam sama sekali tidak diperkenankan melakukan tindak kekerasan atau bahkan pembunuhan. Tidak hanya Islam, semua agama pun rasanya juga mengajarakan hal yang sama dan semuanya berisi tentang kebaikan.

Akan tetapi virus Islamophobia di Inggris sudah mulai reda dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan kini juga semakin banyak pemain muslim yang menjadi bintang di sepak bola Inggris, sebut saja Mo Salah dan Sadio Mane yang kini membela Liverpool.

Salah dan Mane Jadi Panutan Banyak Pecinta Liga Inggris

Salah dan Mane menjelma sebagai dua pemain papan atas dunia sejak bergabung bersama Liverpool. Kolaborasi keduanya pun memberikan dampak yang sangat besar bagi Liverpool, salah satunya dengan meloloskan The Reds ke final Liga Champions Eropa dalam dua musim terakhir. Kesuksesan keduanya bersama Liverpool secara tidak langsung mulai menghilangkan virus Islamophobia di tanah Inggris, mengingat baik Salah dan Mane juga memiliki perilaku yang ramah dan sangat baik di luar lapangan. Hal itu memang terbilang cukup wajar, mengingat Salah dan Mane besar di lingkungan keluarga yang taat beragama.

Sebarkan Nilai Islam dalam Sepak Bola

Keduanya pun secara tidak langsung juga menyebarkan nilai-nilai Islam dalam sepak bola. Namun apa yang mereka lakukan berbeda dari kebanyakan orang, yang berdakwah dengan keliling masjid, bergaya bercelana cingkrang atau berjidat hitam.

Salah selalu melakukan selebrasi dengan cara bersujud sebagai bentuk tanda syukurnya kepada Sang Maha Pencipta. Sementara Mane melakukan selebrasi dengan cara satu jari menujuk ke atas, sebagai tanda keesaan-Nya. Tidak hanya itu, baik Salah atau Mane juga sering berkunjung di masjid dekat markas Liverpool, Anfield untuk menunaikan ibadah.

Itulah sedikit cerita terkait Salah dan Mane, dan untuk mengetahui lebih banyak terkait Sbobet, kamu bisa daftar disini, Winenlose.